BRICS Plus, kelompok negara berkembang yang semakin berpengaruh secara global, kini beranggotakan total 11 negara, dengan tambahan 9 negara mitra. Perluasan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran negara-negara Global South dalam sistem ekonomi dunia.
Apa Itu BRICS Plus?
BRICS merupakan akronim dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Kelima negara ini awalnya membentuk aliansi ekonomi untuk menghadapi dominasi negara-negara barat dalam kebijakan global. Seiring waktu, muncul inisiatif untuk memperluas keanggotaan menjadi BRICS Plus, yang mencakup lebih banyak negara dengan potensi ekonomi besar di kawasan masing-masing.
Baca Juga : Cara Mudah Memeriksa Apakah Namamu Masuk Daftar Hitam BI Checking
Negara Anggota BRICS Plus 2025
Saat ini, terdapat 11 negara yang secara resmi menjadi anggota BRICS Plus, termasuk lima negara pendiri dan enam anggota baru:
- Brasil
- Rusia
- India
- China
- Afrika Selatan
- Arab Saudi
- Mesir
- Uni Emirat Arab (UEA)
- Ethiopia
- Indonesia
- Iran
Penambahan negara-negara ini mencerminkan keinginan untuk memperluas kolaborasi ekonomi lintas benua, mencakup Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, dan Asia Selatan.
9 Negara Mitra BRICS Plus (Partner Countries)
Selain anggota penuh, terdapat 9 negara mitra yang ikut serta dalam kerja sama BRICS Plus:
- Belarusia
- Bolivia
- Kazakhstan
- Kuba
- Malaysia
- Thailand
- Uganda
- Uzbekistan
- Vietnam
Status kemitraan ini memungkinkan negara-negara tersebut terlibat dalam berbagai agenda ekonomi BRICS, termasuk penguatan kerja sama multilateral, perdagangan antarnegara Selatan (South-South Trade), dan reformasi sistem keuangan global.
Kenapa Perluasan BRICS Plus Penting?
Ekspansi BRICS Plus mencerminkan perubahan dinamika geopolitik global. Koalisi ini berupaya membangun tatanan dunia multipolar, mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan internasional yang selama ini didominasi oleh negara-negara barat dan lembaga seperti IMF dan Bank Dunia.












Discussion about this post